Doa Penenang Hati Dan Pikiran Yang Gelisah

Berikut adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang bisa dipanjatkan untuk menenangkan hati dan pikiran yang gelisah:

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ. أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي

“Allahumma inni ‘abduka, ibnu ‘abdika, ibnu amatika, naasiyati biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadaa’uka, as’aluka bikulli ismin huwa laka, sammayta bihi nafsaka, aw anzaltahu fi kitabika, aw ‘allamtahu ahadan min khalqika, awista’tharta bihi fi ‘ilmil-ghaibi ‘indaka, an taj’alal-Qur’ana rabi’a qalbi, wa noora sadri, wa jalaa’a huzni, wa dhahaba hammi.”

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba perempuan-Mu. Nasibku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku padaku, keadilan-Mu ditetapkan untukku. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama yang Engkau miliki, Engkau menamai diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau Engkau pilih dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penerang hatiku, cahaya dada ku, penghilang kesedihanku dan penghapus kesusahanku.”

Doa ini memohon kepada Allah agar Dia menjadikan Al-Qur’an sebagai penerang hati, cahaya dada, penghilang kesedihan, dan penghapus kesusahan. Sebagai hamba Allah, kita mengakui bahwa segala hal ada dalam genggaman-Nya, dan hanya dengan mengingat-Nya, hati kita bisa menjadi tenang.